Western Toilet Vs Asian Toilet

Toilettoilet jongkok

 Ada satu tempat favorit saya ketika berada di rig. Terutama sekarang, karena kini saya berada di rig ENSCO 94, di perairan Qatar, laut teluk yang berbatasan dengan perairan Iran. Di rig ini hampir semua kru rig adalah orang India, ada yang berasal dari Kerla, Gowa, Bangangalore, Bombay dan lain-lain. Sedangkan bagian level management, mulai dari driller, barge engineer, Tool pusher hingga OIM serta company man berasal dari Texas, USA. Dengan kata lain ada dua kebudayaan yang diwakili : Asia dalam hal ini India dan Western yaitu Amerika. Dua perbedaan ini selain membuat para koki memasak dua jenis masakan juga membuat adanya dua jenis toilet, ya itu tadi Asia dan Western. Yang tertulis jelas di pintu toilet, Asian toilet untuk toilet jongkok dan Western Toilet untuk toilet duduk. Hal inilah yang mengilhami saya untuk memposting tulisan ini sekaligus membahas tempat favorit di rig.
Kembali ke masalah tempat favorit, tentu sudah tahu. Ya betul itu adalah toilet. Ya, toilet. Karena di toilet itu ,demikian tenang (sekedar informasi kamar saya berada tepat diatas engine room yang bekerja 24 jam non-stop lengkap dengan getaran dan bisingnya), sehingga pikiran saya bisa menerawang kemana saja saya mau. Ke kantor Pulogadung dengan bunyi crane-nya yang khas, kamar kosan yang sempit,lembab, bau tapi saya suka*, ke Bandung dengan seorang gadis yang sedang menunggu dan GII-nya, ke Madiun dengan Emak dan dua anak anjing besar kecil, ke warung pecel lele dekat kosan pinggir got sebelah halte, juga ke jalanan macet kota Jakarta dan trans jakarta-nya. Selain itu, toilet merupakan satu-satunya tempat dimana kita bisa sendirian. Sehingga bisa dipakai untuk tidur(hehehe, piss pak Suri) di waktu onduty jika sedang tidak ada aktivitas buat well testing. Dan kebetulan juga saya berada di shift malam (dari pukul 12 malam hingga pukul 12 siang). Ada satu lagi kenapa saya menjadikan toilet sebagai tempat favorit saya,karena di situ saya bisa menumpahkan semua yang menjadikan kentut saya bau dan perut saya mules ke dalam lubang toilet. Hehehe…Itu kan fungsi utama toilet.         
Jika ditanya lebih suka mana diantara dua toilet tersebut. Saya memilih toilet Asia, karena lebih pas dengan selera saya. Tetapi karena saya tidak bisa tidur sambil jongkok dan tersedia terbatas saya lebih sering memakai toilet western meskipun kadang suka perih keluar dari toilet. Maklum,kan pakai tissu.

Update note : di semua toilet di rig ENSCO 94, ada tanda peringatan untuk tidak jongkok di western toilet.  Karena ada sebuah kecelakaan di rig yang lain.Toilet itu pecah ketika seseorang menggunakan western toilet dengan jongkok dan pahanya sobek karena terkena pecahan toilet.

*Lagu Surti-Tejo dari Jamrud : “hilang Tejo yang dulu  ngampung, dekil, lugu tapi Surti suka”

SCBA, dimana safety mengalahkan kenyamanan

Adalah H2S (Hydrogen Sulfide), dimana segala-nya berawal. Dengan sebuah judul yang mengerikan H2S the matter life or death, presentasi dalam training itu dimulai. Jika di dalam gas terkandung H2S 10 ppm(part per million), mulailah ditampilkan angka-angka menakutkan itu ,masih aman untuk tubuh tapi dibatasi untuk bekerja dengannya selama 8 jam. Tapi jika sudah mulai di atas 10 ppm, masalah akan mulai terjadi. Apalagi diatas 100 ppm, indera penciuman akan mati dalam rentang waktu 3 atau 15 menit. Mata dan tenggorokan serasa terbakar,sakit kepala, mual-mual dan detak jantung meningkat. Semakin meningkat, diatas 700 ppm, korban tak sadarkan diri,terjadi kerusakan otak permanen dan lain dan lain-lainnya. Bla..bla..bla.. Yang semakin lama semakin seram.

Setelah selesai dengan hal-hal seram tersebut, dimulailah penderitaan tersebut. “Ini yang namanya SCBA, Self Contained Breathing Apparatus “, kata trainer tersebut. “Ada dua jenis tabung, yang 15 menit dan yang 30 menit. Begini cara memakainya.. Tit.. Dan sekarang kalian satu per satu harus mencoba memakainya.”

Hegh!!..Berat banget bo. Batin saya. Tapi paling cuma sebentar memakainya. Batin saya lagi. Benar selesai, dan pulang.

Seminggu kemudian, tiba di sebuah rig. Noble Mark Burns* namanya. Yang sialnya pengetahuan dari training sebelumnya tentang cara memakai SCBA mulai berguna disini. Dan beratnya gak berubah,sekitar 5 – 7 kg per-botol. Setiap hari harus dipakai, mulai dari Wireline akan perforate sampai setelah bleed off. Dan itu berarti menggendong “si bayi” selama 12 jam di bagian paha kiri. Hegh!!. Memang perlu sih ini SCBA, tapi kenapa di rancang sangat menyiksa. Kenapa gak dibuat seringan mungkin, dan senyaman mungkin. Kenapa juga dirancang di taruh di paha kiri kan jadi susah bekerja sedangkan saja botol yang 30 menit bisa dirancang dipakai di punggung. Saya pun gak tau jawabannya, gak tau juga rancangan yang lebih bagus. Tapi sebagai pemakai setia SCBA, saya merasa punya hak untuk protes. Dan mungkin saya akan mendapat jawaban : “Kita bekerja untuk safety bukan untuk kenyamanan.”

* Saat itu saya diperbantukan untuk Qatar base. Dan di sana terkenal dengan gas well-nya yang sangat gila besarnya baik produksi gas-nya (rata-rata 100MMSCFSD/100 juta kubik feet perhari) maupun H2S-nya (minimum 0.1% = 1000 ppm), ingat batas aman H2S : 10 ppm.

You Forget You F**ked Up

Dalam dunia per-Testing-an, ada suatu semboyan yang menurut saya sangat mengena dan pas. Bukannya Nobody’s gets hurts seperti punya Rasgas atau Safety first seperti hampir semua perusahaan punya semboyan tapi You forget You f**ked up. Di testing dari semua equipment yang dipunya hampir semua punya valve, dan semuanya penting. Salah satu lupa buka atau tutup bakalan f**ked up. Gak ada yang enggak penting. Waktu operasi valve juga begitu, harus buka satu dulu baru tutup yang lainnya. Kalo lupa, lagi f**ked up. Selain valve juga ada pernak-pernik lain yang mesti diinget, chart di foxboro diganti setiap hari di jam yang sama. Setelah valve ada propane, angin dari kompresor, line up ke burner ketika mau flowing, kalo lupa f**ked up. Belum lagi masalah safety meeting, work permit, pressure rating, color code, data yang harus diambil, parameter well sudah clean atau belum, bahkan putaran sebuah valve pun harus ingat, oya setelah menghitung putaran tersebut harus diputar balik seperempat putaran. Buanyak banget. Gak susah, tapi banyak dan harus ingat semua. Kalo lupa, f**ked up. Jadi pesen dari seorang teman dari Syiria saya cantumkan untuk menutup blog ini : “If You wannabe a well tester just be a good reminder person, because if You forget You f**ked up.

Roundabout di Doha

Meski gak lama di Doha,Qatar tetapi karena pulang pergi ke “sekolah” naik bus, sempat juga memperhatikan lalu lintasnya. Selain menerapkan kendaraan dengan setir kiri, kendaraan SUV terbaru berbagai merek (Chevy Tahoe, Cadillac Escalade, Nissan Armada-Pathfinder, Hummer H3-H2, Mitsubishi Pajero, GMC, Dodge, BMW X5, Porsche Cayenne, Range Rover, dan tak lupa kegemaran Qatari : Toyota Land Cruiser) yang berseliweran di jalanan berdebu kota Doha, yang tak luput saya perhatikan adalah roundabout (ind:bunderan). Tidak tahu kenapa banyak sekali roundabout di Doha. Setiap ketemu perempatan hampir selalu ditengahnya adalah roundabout. Jarang sekali ada lampu merah seperti kebanyakan yang kita jumpai di Indonesia. Jadi kalau ada perempatan bersiap-siaplah untuk miring ke kanan, apalagi jika bus yang kita tumpangi akan putar balik, akan lama sekali acara miring ke kanan ini. Sempat saya bertanya-tanya kenapa di Qatar ini banyak sekali roundabout. Apakah dulu di jaman banyak sekali onta, digunakanlah roundabout untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Tetapi sepertinya tidak mungkin. Setelah saya cari di wikipedia, roundabout yang diklaim sebagai yang pertama ternyata berada di Inggris. Secara Qatar adalah mantan jajahan Inggris, sedikit banyak memiliki dampak di berbagai bidang salah satunya ya roundabout ini.

Note : – Jika anda kebetulan akan melintasi perempatan jalan dengan roundabout di tengahnya, ada peraturan tak tertulis : jika sudah masuk roundabout anda adalah penguasanya. Jadi jangan sekali-sekali menyerobot mobil di roundabout bisa berabe nanti.

- Di Doha ada suatu tempat namanya Crazy signal karena dahulu sebelum diganti dengan lampu lalu lintas, di tempat tersebut terdapat dua roundabout berdampingan.

Hello world!

Pertama punya blog di blogspot.com. Karena lihat-lihat blog punya orang di wordpress, jadi pengen. Karena pada bilang wordpress lebih powerfull. Sekarang sih belum punya rencana mau fokus nulis apa. Flow like water aja lah. Yang penting kontinu. Yo wis ngono wae, nanti lanjut ke postingan selanjutnya.

Posted in Cerita. 3 Comments »