Brand Called You


You Scored as Dramatic

You are dramatic. Please rate my quiz!

Outgoing
69%
Nice
63%
Shy
50%
Fun
44%
Immature
44%
Dramatic
38%
mean
31%

personal brand

Tentang Sukab

 

Dunia Sukab

Dunia Sukab

Saya sering memakai nama sukab dalam dunia maya sebagai nickname (meski seringkali sudah dipakai orang). Sebenarnya ini merupakan karakter yang sering dipakai oleh SGA dalam berbagai cerita yang ditulisnya. Nah untuk lebih jelasnya tentang sukab ini ada kutipan yang diambil dari kumpulan cerpen SGA, Dunia Sukab, bagian catatan penulis :

Nama Sukab pertama kali saya dengar ketika saya belum pernah menulis cerpen. Seorang kawan menyebut nama itu (dengan ejaan yang lebih terdengar sebagai “Sukap”) sebagai nama salah seorang anggota Bengkel Teater pimpinan Rendra., pada masa pementasan Mastodon dan Burunga Kondor (1974). Saya sendiri tidak merasa pernah melihat, apalagi kenal dengan “Sukap” ini, namun bunyi “Sukap” terdengar sangat enak di telinga saya, sampai catatan ini ditulis saya masih teringat ekspresi wajah kawan saya itu ketika menyebut bunyi “Sukap”. Saya sendiri tidak tahu, apakah saya sadar dengan pengalaman saya ini ketika untuk pertama kalinya menulis nama Sukab, dan memang saya tidak pernah teringat adegan itu lagi kalau menulis cerita. Nama itu suka muncul begitu saja setiap kali saya membayangkan sosok “rakyat”. Namun apakah saya konsisten dengan karakterisasi tokoh-tokoh Sukab? Saya kira tidak juga. Sukab pernah menjadi remaja 17 tahun, pernah menjadi nama pemuda perlente, pernah menjadi nama penggiring bola absurd, dan bukan tidak sering hanya menjadi nama tokoh numpang lewat, tanpa sempat menjadi sebuah karakter. Sebetulnya Sukab pun pernah mati, bahkan lebih dari sekali. Rupa-rupanya, Sukab yang bermacam-macam ini kemudian menjadi seorang Sukab yang diandaikan bermain di banyak cerita. Apa boleh buat. Saya sendiri pun jadi terpengaruh. Dalam rubrik Surat dari Palmerah yang saya isi setiap minggu untuk majalah Jakarta Jakarta selama tiga tahun. Sukab selalu nyeletuk dalam N.B., dan secuil demi secuil menjadi sosok yang utuh. Seorang pembaca Jakarta Jakarta yang produsen kaos, mencetak beberapa celetukan Sukab ini sebagai “opini kaos oblong” yang marak di tahun-tahun terakhir Orde Baru. …

a new day has come…

July 20th, 2007

Dear M.Yazdi,

I am writing to you today to officially tender my resignation from Schlumberger effective August 20th, 2007

I never thought I would ever leave such a great company as Schlumberger, but before I join Schlumberger I have agreement with myself that after 2 years join Schlumberger, I have to continue my study to Bachelor degree and I have been registered as a student in Gajah Mada University,Jogjakarta . Now is almost 2 year I have joined the company. So I think now is the time to go.

I cannot say enough wonderful things about Schlumberger, about all the people I have encountered in my years of services with the company, and especially you and all the others the Testing team, and I have appreciated all of advices over the years. Thank you for your support and help.

Best Regrads,

Gugus Syuhada

I wanna go home

Another summer day
Is come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aerorplane
Another sunny place
I’m lucky I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life

- “Home” by Michael Buble -

Soundtrack dari perasaan setelah 52 hari di rig atau 59 hari meninggalkan Indonesia.