Iseng-iseng hitung jumlah valve

Daripada bengong nungguin choke manifold semasa running in hole (RIH) wireline perforating gun, iseng-iseng hitung jumlah valves yang kita pakai di well test layout. Sekalian nyambung tulisan yang terdahulu tentang well test. Langsung aja berikut ini list-nya :

 

 

 

 

 

  1. Flowline : 2 valves
  2. Data header : 9 valves
  3. SSV : 2 valves
  4. Chemical pump : 11 valves
  5. Choke manifold : 21 valves
  6. Separator : 88 valves
  7. 6″ Gas manifold : 4 valves
  8. Oil manifold : 5 valves
  9. 3″ Gas Manifold : 2 valves
  10. Surge tank (2 ea) : 22 valves
  11. Transfer pump : 1 valves
  12. Propane bottles (2 ea) : 2 valves
  13. Water line : 2 valves
  14. Air manifold : 6 valves
  15. Centrifuge : 1 valves

 

TOTAL : 176 valves

Memang gak semuanya kita operasikan terus menerus, seperti valve di choke manifold, valve di propane bottle, compressor, oil manifold, dan separator yang hampir setiap operasi kita bermain dengannya. Tapi semua valve diatas memang harus di cek satu persatu posisinya selama masa persiapan sebelum buka sumur (open the well). Jika ada satu yang lupa atau salah posisi. Sekali lagi : F**ked Up!

 

 

 

 

SCBA, dimana safety mengalahkan kenyamanan

Adalah H2S (Hydrogen Sulfide), dimana segala-nya berawal. Dengan sebuah judul yang mengerikan H2S the matter life or death, presentasi dalam training itu dimulai. Jika di dalam gas terkandung H2S 10 ppm(part per million), mulailah ditampilkan angka-angka menakutkan itu ,masih aman untuk tubuh tapi dibatasi untuk bekerja dengannya selama 8 jam. Tapi jika sudah mulai di atas 10 ppm, masalah akan mulai terjadi. Apalagi diatas 100 ppm, indera penciuman akan mati dalam rentang waktu 3 atau 15 menit. Mata dan tenggorokan serasa terbakar,sakit kepala, mual-mual dan detak jantung meningkat. Semakin meningkat, diatas 700 ppm, korban tak sadarkan diri,terjadi kerusakan otak permanen dan lain dan lain-lainnya. Bla..bla..bla.. Yang semakin lama semakin seram.

Setelah selesai dengan hal-hal seram tersebut, dimulailah penderitaan tersebut. “Ini yang namanya SCBA, Self Contained Breathing Apparatus “, kata trainer tersebut. “Ada dua jenis tabung, yang 15 menit dan yang 30 menit. Begini cara memakainya.. Tit.. Dan sekarang kalian satu per satu harus mencoba memakainya.”

Hegh!!..Berat banget bo. Batin saya. Tapi paling cuma sebentar memakainya. Batin saya lagi. Benar selesai, dan pulang.

Seminggu kemudian, tiba di sebuah rig. Noble Mark Burns* namanya. Yang sialnya pengetahuan dari training sebelumnya tentang cara memakai SCBA mulai berguna disini. Dan beratnya gak berubah,sekitar 5 – 7 kg per-botol. Setiap hari harus dipakai, mulai dari Wireline akan perforate sampai setelah bleed off. Dan itu berarti menggendong “si bayi” selama 12 jam di bagian paha kiri. Hegh!!. Memang perlu sih ini SCBA, tapi kenapa di rancang sangat menyiksa. Kenapa gak dibuat seringan mungkin, dan senyaman mungkin. Kenapa juga dirancang di taruh di paha kiri kan jadi susah bekerja sedangkan saja botol yang 30 menit bisa dirancang dipakai di punggung. Saya pun gak tau jawabannya, gak tau juga rancangan yang lebih bagus. Tapi sebagai pemakai setia SCBA, saya merasa punya hak untuk protes. Dan mungkin saya akan mendapat jawaban : “Kita bekerja untuk safety bukan untuk kenyamanan.”

* Saat itu saya diperbantukan untuk Qatar base. Dan di sana terkenal dengan gas well-nya yang sangat gila besarnya baik produksi gas-nya (rata-rata 100MMSCFSD/100 juta kubik feet perhari) maupun H2S-nya (minimum 0.1% = 1000 ppm), ingat batas aman H2S : 10 ppm.

You Forget You F**ked Up

Dalam dunia per-Testing-an, ada suatu semboyan yang menurut saya sangat mengena dan pas. Bukannya Nobody’s gets hurts seperti punya Rasgas atau Safety first seperti hampir semua perusahaan punya semboyan tapi You forget You f**ked up. Di testing dari semua equipment yang dipunya hampir semua punya valve, dan semuanya penting. Salah satu lupa buka atau tutup bakalan f**ked up. Gak ada yang enggak penting. Waktu operasi valve juga begitu, harus buka satu dulu baru tutup yang lainnya. Kalo lupa, lagi f**ked up. Selain valve juga ada pernak-pernik lain yang mesti diinget, chart di foxboro diganti setiap hari di jam yang sama. Setelah valve ada propane, angin dari kompresor, line up ke burner ketika mau flowing, kalo lupa f**ked up. Belum lagi masalah safety meeting, work permit, pressure rating, color code, data yang harus diambil, parameter well sudah clean atau belum, bahkan putaran sebuah valve pun harus ingat, oya setelah menghitung putaran tersebut harus diputar balik seperempat putaran. Buanyak banget. Gak susah, tapi banyak dan harus ingat semua. Kalo lupa, f**ked up. Jadi pesen dari seorang teman dari Syiria saya cantumkan untuk menutup blog ini : “If You wannabe a well tester just be a good reminder person, because if You forget You f**ked up.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.