Tentang Sukab

 

Dunia Sukab

Dunia Sukab

Saya sering memakai nama sukab dalam dunia maya sebagai nickname (meski seringkali sudah dipakai orang). Sebenarnya ini merupakan karakter yang sering dipakai oleh SGA dalam berbagai cerita yang ditulisnya. Nah untuk lebih jelasnya tentang sukab ini ada kutipan yang diambil dari kumpulan cerpen SGA, Dunia Sukab, bagian catatan penulis :

Nama Sukab pertama kali saya dengar ketika saya belum pernah menulis cerpen. Seorang kawan menyebut nama itu (dengan ejaan yang lebih terdengar sebagai “Sukap”) sebagai nama salah seorang anggota Bengkel Teater pimpinan Rendra., pada masa pementasan Mastodon dan Burunga Kondor (1974). Saya sendiri tidak merasa pernah melihat, apalagi kenal dengan “Sukap” ini, namun bunyi “Sukap” terdengar sangat enak di telinga saya, sampai catatan ini ditulis saya masih teringat ekspresi wajah kawan saya itu ketika menyebut bunyi “Sukap”. Saya sendiri tidak tahu, apakah saya sadar dengan pengalaman saya ini ketika untuk pertama kalinya menulis nama Sukab, dan memang saya tidak pernah teringat adegan itu lagi kalau menulis cerita. Nama itu suka muncul begitu saja setiap kali saya membayangkan sosok “rakyat”. Namun apakah saya konsisten dengan karakterisasi tokoh-tokoh Sukab? Saya kira tidak juga. Sukab pernah menjadi remaja 17 tahun, pernah menjadi nama pemuda perlente, pernah menjadi nama penggiring bola absurd, dan bukan tidak sering hanya menjadi nama tokoh numpang lewat, tanpa sempat menjadi sebuah karakter. Sebetulnya Sukab pun pernah mati, bahkan lebih dari sekali. Rupa-rupanya, Sukab yang bermacam-macam ini kemudian menjadi seorang Sukab yang diandaikan bermain di banyak cerita. Apa boleh buat. Saya sendiri pun jadi terpengaruh. Dalam rubrik Surat dari Palmerah yang saya isi setiap minggu untuk majalah Jakarta Jakarta selama tiga tahun. Sukab selalu nyeletuk dalam N.B., dan secuil demi secuil menjadi sosok yang utuh. Seorang pembaca Jakarta Jakarta yang produsen kaos, mencetak beberapa celetukan Sukab ini sebagai “opini kaos oblong” yang marak di tahun-tahun terakhir Orde Baru. …

Leave a Reply