SCBA, dimana safety mengalahkan kenyamanan

Adalah H2S (Hydrogen Sulfide), dimana segala-nya berawal. Dengan sebuah judul yang mengerikan H2S the matter life or death, presentasi dalam training itu dimulai. Jika di dalam gas terkandung H2S 10 ppm(part per million), mulailah ditampilkan angka-angka menakutkan itu ,masih aman untuk tubuh tapi dibatasi untuk bekerja dengannya selama 8 jam. Tapi jika sudah mulai di atas 10 ppm, masalah akan mulai terjadi. Apalagi diatas 100 ppm, indera penciuman akan mati dalam rentang waktu 3 atau 15 menit. Mata dan tenggorokan serasa terbakar,sakit kepala, mual-mual dan detak jantung meningkat. Semakin meningkat, diatas 700 ppm, korban tak sadarkan diri,terjadi kerusakan otak permanen dan lain dan lain-lainnya. Bla..bla..bla.. Yang semakin lama semakin seram.

Setelah selesai dengan hal-hal seram tersebut, dimulailah penderitaan tersebut. “Ini yang namanya SCBA, Self Contained Breathing Apparatus “, kata trainer tersebut. “Ada dua jenis tabung, yang 15 menit dan yang 30 menit. Begini cara memakainya.. Tit.. Dan sekarang kalian satu per satu harus mencoba memakainya.”

Hegh!!..Berat banget bo. Batin saya. Tapi paling cuma sebentar memakainya. Batin saya lagi. Benar selesai, dan pulang.

Seminggu kemudian, tiba di sebuah rig. Noble Mark Burns* namanya. Yang sialnya pengetahuan dari training sebelumnya tentang cara memakai SCBA mulai berguna disini. Dan beratnya gak berubah,sekitar 5 – 7 kg per-botol. Setiap hari harus dipakai, mulai dari Wireline akan perforate sampai setelah bleed off. Dan itu berarti menggendong “si bayi” selama 12 jam di bagian paha kiri. Hegh!!. Memang perlu sih ini SCBA, tapi kenapa di rancang sangat menyiksa. Kenapa gak dibuat seringan mungkin, dan senyaman mungkin. Kenapa juga dirancang di taruh di paha kiri kan jadi susah bekerja sedangkan saja botol yang 30 menit bisa dirancang dipakai di punggung. Saya pun gak tau jawabannya, gak tau juga rancangan yang lebih bagus. Tapi sebagai pemakai setia SCBA, saya merasa punya hak untuk protes. Dan mungkin saya akan mendapat jawaban : “Kita bekerja untuk safety bukan untuk kenyamanan.”

* Saat itu saya diperbantukan untuk Qatar base. Dan di sana terkenal dengan gas well-nya yang sangat gila besarnya baik produksi gas-nya (rata-rata 100MMSCFSD/100 juta kubik feet perhari) maupun H2S-nya (minimum 0.1% = 1000 ppm), ingat batas aman H2S : 10 ppm.

One Response to “SCBA, dimana safety mengalahkan kenyamanan”

  1. saut Says:

    haha.. hitung2 nambah otot lu gus…


Leave a Reply